Rabu, 19 September 2012

Aklimasi Udang Baru

Penting!

Jangan meletakkan plastik yang berisi udang kedalam aquarium dengan dalih menyamakan suhu air aquarium dengan suhu air di dalam plastik. Cara ini adalah cara yang Anda lakukan jika Anda pergi ke toko ikan lokal dan membeli ikan. Plastik yang berisi udang yang dikirim adalah dalam "breathing bag" (plastik khusus yang tidak memerlukan udara didalamnya). Breathing bag benar-benar "bernafas" , oksigen memungkinkan untuk masuk dan mengeluarkan CO2. 

Aklimasi Udang sebelum memasukkannya ke dalam aquarium Anda : 
Hal ini penting untuk menyesuaikan diri udang Anda ketika menempatkan mereka ke rumah baru. Udang sangat sensitif terhadap kondisi air. Anda tidak dapat segera menuangkan udang dari plastik ke dalam aquarium baru. Setelah beberapa langkah, Anda dapat memastikan bahwa udang Anda akan menyesuaikan diri dengan baik dengan rumah baru mereka dengan perlahan-lahan, aklimasikan  mereka dengan kondisi air yang baru.


Alat yang dibutuhkan

Semua alat-alat harus bersih dan benar-benar steril sama sekali.!
(1) Mangkuk Tupperware kecil (atau mangkuk sejenis yang transparan) 
(2) Plastik Cup (untuk mengumpulkan air tank baru) 
(3) Plastik Sendok (atau serupa)
  
Mengeluarkan seluruh udang dari plastik: 
Hal ini bisa saja sulit untuk mengeluarkan seluruh udang dari breathing bag. Breathing bag tidak cukup lebar untuk menempatkan jaring dan menyendoknya. Jika Anda mencoba untuk menuangkan air keluar dari plastik ke dalam wadah, Anda akan memperoleh risiko menempatkan udang Anda terjebak dalam plastik dan sulit untuk mengeluarkan mereka ketika hal ini terjadi. Saya telah mencoba berbagai metode untuk mengeluarkan udang dari breathing bag dan ini adalah metode yang jauh lebih baik. Saya melakukan hal ini setiap kali saya menerima udang baru dan menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk melakukannya. 
(1) Hati-hati membuka kotak. Gunakan pisau atau gunting untuk memotong pita di bagian atas dan membuka kotak. Lepaskan isolasi atas dan kertas. Anda kemudian akan melihat kantong udang. 
(2) Setelah mengeluarkannya, Anda akan melihat udang di dalamnya berenang di sekitar franticly (mereka tidak melihat cahaya dalam beberapa hari). Ada juga tanaman air/moss di sana. Taruh plastik yang belum dibuka dalam mangkuk tupperware. 
(3) Ambil gunting dan mulai di bagian atas plastik, memotong sisi plastik (bawah simpul), yang memungkinkan air untuk menuangkan ke dalam mangkuk dan menjaga tas di dalam air pada saat yang sama dengan menuangkan keluar. Hal ini memungkinkan udang yang akan terendam dalam air sepanjang waktu tanpa harus membuat udangnya terkejut.
(4) Menjaga plastik tetap terendam dalam mangkuk, memotong bagian atas plastik (bawah simpul). Hal ini akan memungkinkan plastik untuk sepenuhnya membuka dan secara langsung ke dalam air. Udang juga akan berenang langsung ke dalam mangkuk pada waktu yang bersamaan. Sekarang, dengan menggunakan sendok plastik yang bersih (atau serupa)
(5) Keluarkan plastik ketika Anda yakin bahwa tidak ada udang di dalamnya. Semua udang harus berenang keluar dari kantong ke dalam mangkuk baik dengan mereka sendiri yang keluar atau dengan bantuan Anda. Sekarang Anda harus memiliki mangkuk plastik dengan air kemasan, lumut, dan udang. Bagian yang sulit berakhir: Mendapatkan mereka keluar dari tas dan ke dalam mangkuk! 

Aklimasi dengan air aquarium:
(1) Tarulah udang anda didalam wadah dan kemudian mulai dengan perlahan masukkan air dari aquarium anda dengan perlahan (ada baiknya anda menggunakan selang) sehingga air masuk setetes demi setetes sehihngga air aquarium memenuhi wadah tersebut
(2) Setelah air aquarium telah memenuhi wadah tersebut (akan menghabiskan waktu 40-45menit) sudah saatnya udang dipindahkan dengan menggunakan sendok. Ingat! lakukan dengan sangat hati-hati


Menempatkan udang ke rumah baru mereka: Saya sarankan mengambil jaring kecil dan menyendoki udang keluar dari mangkuk dan menempatkan mereka dalam aquarium. Saya tidak menyarankan membuang air dalam mangkok kedalam aquarium. 



Jangan terburu-buru untuk memberi makan udang anda. Biarkan mereka terbiasa dengan lingkungan baru mereka.Terkadang saya tidak memberi mereka makan selama 24jam pertama sampai saya melihat mereka mengais seluruh aquarium

Sejarah Ikan KOI


budaya abad lampau

menurut sejarahnya, orang cina-lah yang per-tama kali menernakkan ikan karper, yaitu sekitar tahun 1300-an. Jika kemudian diberitakan koi mulai ngetop dan diklaim sebagai "produk" jepang tentu ada alasannya.

Pusat pembenihan koi di jepang terdapat di daerah pegunungan ojiya, niigata. Daerah ini ter-kenal sebagai penghasil karper, karena penduduk di ojiya banyak membudidayakan karper untuk lauk mereka sewaktu musim panas. Pada waktu mu-sim dingin, mereka tidak mungkin lakukan karena daerah tersebut tertutup salju. Sebelum cuaca men-jadi dingin, karper tersebut akan menempati kolam-kolam di dalam rumah, dan begitu melewati musim dingin karper tersebut menjadi lauk bagi penduduk ojiya.

Melalui suatu pembudidayaan selama bertahun-tahun, akhirnya diperoleh strain yang berwarna merah atau biru cerah. Itulah yang menjadi titik awal yang menyemangati mereka untuk kemudian mencoba-coba menghasilkan strain-strain yang lebih indah. Akhirnya pada tahun 1870 didapatkan-lah kohaku (merah dan putih), menyusul pada tahun 1910 shiroutsiiri (putih dan hitam) dan kinutsuri (kuning dan hitam), garis keturunan mulai tampak dan merupakan suatu yang tidak bisa di-pungkiri.

Tahun 1930, mulailah ditemukan karper warna dengan garis yang lain. Jika pada awal mulanya hanya satu warna, kemudian menyusul penemuan koi dua dan tiga warna. Adapun koi-koi cantik yang mulai dikenal adalah showa sanke (merah, putih dan hitam). Selain itu muncul juga koi dengan corak lain seperti kinrin (sisik emas), ginrin (sisik perak), dan ogon (emas).

Pada tahun 1904, jerman mengirimkan koi dengan sisik yang tidak lengkap dan bahkan yang tidak bersisik sama sekali, sebagai hadiah kepada jepang. Mereka lantas menernakkan koi jerman ini dengan tipe sisik standar untuk koi, dan hasilnya melengkapi keanekaragaman dasar variasi pada sisik koi. Jika koi warna-warni jepang dikenal sebagai nishikigoi, maka koi jerman ini populer dengan sebutan doitsugoi (koi jerman). Dalam bahasa jepang, nishiki mengandung makna kain yang berane-ka warna, sedangkan goi artinya tidak lain adalah karper. Akan halnya nishikigoi yang akhirnya populer dengan nama koi.

Tanda cinta sang kaisar

majalah tropical fish hobbiest edisi september 1988, memuat tentang asal-usul kata nishikigoi. Menurut sejarah cina, ketika anak laki-laki tertua dari kong-zi lahir pada 533 sm, penguasa kerajaan lu memberinya ikan sebagai hadiah ulang tahun. Ikan itu konon yang kita sebut koi sekarang ini. Kata koi, menurut cara penulisan jepang, memang bisa menimbulkan dua makna yang berbeda. Makna pertama adalah ikan, sedang makna kedua adalah menjadi murni atau sempurna. Dari kedua makna ini, koi bisa diartikan sebagai ikan yang mempunyai garis rapi dan teratur pada sisik di badannya. Dengan lain perkataan, koi merupakan ikan yang benar-benar sangat menguntungkan dan sangat ideal untuk seni.

Cina ternyata mempunyai buku, yang diper-caya sebagai buku pertama dan tertua yang mengu-pas tentang koi, yang bernama yogyokyo. Tata cara pembudidayaan koi, dan semua jenis koi dikupas dalam buku tersebut. Dalam buku tersebut diurai-kan juga tentang koi yang berwarna-warni seperti merah, biru, hitam, putih, dan kuning.

Dengan kata lain terdapat rahasia yang masih tersimpan dalam buku koi yang ditulis orang jepang, seperti hitachi-fudoki atau nishonshoki.

Dalam bahasa jepang antara carp dan love (cinta) mempunyai cara pengucapan yang sama -koi! Dalam buku nishonshoki terdapat cerita yang menarik ten-tang kata koi ini. Ketika kaisar kejkou pergi ke pro-pinsi mino pada februari 94, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak perempuan pange-ran yasakairihiko otohime. Ketika mendengar ke-inginan kaisar kejkou, sang putri menolak dan lari masuk ke dalam hutan. Namun kaisar kejkou tidak kekurangan akal, untuk menarik perhatian pujaan hatinya, ia mengambil ikan yang baru didatangkan dari cina yang ada di kolam penginapannya dan mengadakan jamuan makan ikan. Anehnya sang putri yang semula menolak akhirnya keluar hutan dan menemui dia. Mereka saling jatuh cinta yang dalam bahasa jepang disebut koi. Dari cerita ini orang lantas menyebut koi untuk ikan yang dipakai sang kaisar guna memikat pujaan hatinya.

Bagaimana dengan nama nishikigoi, adakah cerita yang menarik sebelum nama itu melekat dan dikenal untuk menyebut karper warna-warni ini? Dulu orang menyebut koi dengan nama yang ber-beda-beda, misalnya saja mayogoi (karper yang berpola bagus), hanagoi (karper kembang), echigo no kawarigoi (karper unik dari echigo), irogoi (karper warna), dan madarigoi (karper totol). Adalah kei-abe, teknisi di pusat penelitian perikanan niiga-ta yang meneliti dan mengembangkan koi, memberi-nya nama ketika pertama kali taisho sanshoku di-produksi di takezawa-mura pada tahun 1918. Pada waktu itu nama ini tidak populer di kalangan masya-rakat.

Ada dua versi yang dipercaya sebagai asal-muasal kata nishikigoi dikenal luas. Pertama, kata ini mulai dikenal ketika seorang kapten singgah di pusat pembenihan koi setelah usai perang dunia kedua. Saking laparnya ia minta irogoi (karper warna) untuk mengisi perutnya, yang kemudian di-bingungkan dengan kata irokoi yang dalam bahasa jepang mengandung makna nafsu seksual. Dari sini kemungkinan kata nishikigoi mulai dikenal luas. Cerita kedua adalah ketika francis burgoa, kepala markas besar tentara sekutu mengadakan peninjau-an di pusat pembenihan koi di yamakoshi setelah perang dunia kedua. Sejak saat itu kemungkinan kata nishikigoi mulai populer. Dan tentunya kata nishikigoi hanya untuk menyebut ikan yang ber-warna-warni dan bukannya yang satu warna.

Sumber http://uplixs-fish.blogspot.com/2007/11/koi.html​

Aquascaping

Aquascaping atau aquarium tanaman merupakan suatu seni menata aquarium dengan dekorasi tanaman hidup.Selain sentuhan seni, pengetahuan tentang keseimbangan ekosistem, kimia air, tanaman air, sifat dari tanaman dan proses fotosistesis sangat diperlukan dalam mencapai keberhasilan yang diinginkan

Aquascape merupakan sebuah ekosistem tertutup yang cukup kompleks dimana antara tumbuhan dan fauna (seperti ikan, udang) memiliki sifat ketergantungan yang saling menguntungkan. Tanaman berfotosintesis dan mengeluarkan oksigen yang bisa digunakan oleh ikan. Tanaman juga memberikan tempat perlindungan bagi ikan dari predator lain. Di sisi lain, kotoran ikan yang diurai oleh bakteri juga bisa menjadi nutrisi bagi tanaman. Karena itu, aquascape merupakan sebuah pengetahuan yang menarik untuk dipelajari.

Filter

Filter mempunyai peran sangat penting dalam aquarium maupun aquascape anda. Selain berfungsi membersihkan air dari debu/kotoran, filter juga menjadi rumah bagi bakteri yang ikut menjaga nutrisi di air agar keseimbangan aquarium/aquascape anda selalu stabil.
Filter sebagai fungsi Mekanik
Fungsi mekanik yaitu untuk menyaring semua kotoran/debu dengan mengalirkan air aquarium melewati spon/kapas. Selain membuat air menjadi keruh, kotoran/debu yang menempel di daun akan menghalangi daun menyerap cahaya dan nutrisi sehingga fotosintesis menjadi terhambat.
Filter sebagai fungsi Biologis
Fungsi biologis dari filter merupakan fungsi yang paling penting untuk menjaga kestabilan air aquascape. Dengan menggunakan bidang yang luas di spon/kapas dalam filter, bakteri bisa hidup dan menempel disana untuk mengurai amonia menjadi bentuk yang lebih aman.
Untuk mengerti bagaimana bakteri tersebut membantu menjaga stabilnya air dalam aquascape maka kita perlu mengerti bagaimana siklus nitrogen secara umum. Nitrogen merupakan salah satu sumber nutrisi yang digunakan oleh tanaman. Pembahasan nutrisi ada pada artikel tersendiri.
Bakteri Anaerobic
Media filter yang bersih akan memberikan ruang bagi air yang membawa oksigen untuk bakteri aerobic (bakteri seperti diagram diatas). Namun jika media filter sudah mulai tersumbat kotoran, maka level oksigen di filter juga mulai menurun. Kondisi ini disebut Anaerobic (level oksigen rendah). Ada bentuk bakteri lain yang bisa hidup di kondisi Anaerobic dimana bakteri ini berfungsi merubah nitrat (NO3) menjadi gas nitrogen yang akan lepas ke permukaan air. Tugas bakteri ini juga penting untuk menjaga level nitrat di dalam air agar dalam batas aman.
Kita bisa menjaga dua jenis koloni bakteri ini hidup di filter dengan cara membersihkan sebagian media filter saja. Biarkan sebagian media filter dalam kondisi agak kotor sehingga air setelah melewati media filter yang bersih (bakteri aerobic mengubah amonia menjadi nitrat), lalu air akan melewati media filter yang agak kotor (bakteri anaerobic bertugas merubah nitrat menjadi gas nitrogen).
Selalu gunakan air dari aquarium untuk membersihkan media filter. Penggunaan air baru (apalagi mengandung kaporit) akan membunuh semua bakteri yang hidup di media filter, dan berakibat rusaknya sistem siklus nitrogen yang ada di aquarium, artinya tidak ada bakteri yang akan mengurai amonia untuk 1-2 minggu pertama sampai bakteri tumbuh kembali.
Kondisi Substrat Anaerobic
Substrat yang penuh dengan materi organik (kotoran ikan, daun, nutrisi dari pupuk) akan memancing pertumbuhan bakteri yang bertugas memecah materi organik itu menjadi nutrisi yang berguna bagi akar tanaman. Karena sifat substrat yang padat, maka level oksigen di dalam substrat akan berkurang setelah digunakan oleh bakteri tersebut. Lalu muncul kondisi anaerobic dan memicu pertumbuhan bakteri anaerobic yang lebih sedikit membutuhkan oksigen bahkan bakteri anaerobic melepas gas beracun, umumnya hydrogen suplhide yang mana bisa menyebabkan akar membusuk bahkan jika terlepas ke air akan mengganggu kesehatan ikan. Namun segi positif dari substrat yang anaerobic adalah membantu nutrisi tidak bergabung dengan molekul oksigen sehingga membantu tanaman lebih mudah menyerap nutrisi tersebut.
Akar tanaman yang melepaskan oksigen ke dalam substrat akan membantu substrat agar tidak terlalu anaerobic. Jadi kondisi anaerobic umumnya muncul pada substrat yang sangat padat dan tidak banyak akar tanaman.
Filter sebagai fungsi Kimia
Filter bisa menggunakan media khusus (karbon aktif, zeolid, dll) untuk menyerap zat berlebihan yang merugikan maupun yang menguntungkan bagi aquascape. Karena itu, penggunaan media khusus di dalam filter hanya dianjurkan untuk awal-awal setup aquascape (sekitar 1-2 bulan pertama).

Memahami Unsur-unsur kimia air

Kimia air adalah salah satu area yang paling sering diabaikan atau sering di salah pahami ketika kita ingin memelihara udang atau ber aquascape, terutama pada subyek pH, GH / KH, dan hubungan antara pH dan KH. Demikian pula dengan test kit, test kit untuk GH / KH adalah test kit yang paling sering diabaikan pada saat kita mengelola aquarium, padahal GH dan KH juga merupakan hal yang sangat penting dari kimia air.
Penjelasan singkat masing-masing item :

GH (General Hardness – Gesamthaerte (dalam bahasa Jerman))

Ini adalah ukuran dari jumlah Magnesium (Mg +) dan Kalsium (Ca +) ion dalam air.  Ketika kita menyebut air sebagai “soft” atau “hard,” kita merujuk pada GH. Hal ini diukur dalam German degrees of hardness (dH).  Satu dH adalah sekitar 17,5 mg / L (ppm).
Tabel GH :
general hardness table Memahami GH / KH / pH / CO 2 untuk 
Aquascape / Shrimp
Kekerasan karbonat mengukur jumlah karbonat dan bicarbonates dalam air, dinyatakan dalam derajat Jerman kekerasan (DKH).
Istilah “hardness” dalam KH ini agak membingungkan karena tidak benar-benar mengukur kekerasan, melainkan alkalinitas (buffer kapasitas – kemampuan untuk menetralisir asam) dari kemampuan untuk melawan perubahan pH.  Semakin tinggi KH semakin lebih stabil air anda dan semakin lebih kuat menghadapi pH swings.  Parameter 2-3dKH secara umum dapat diterima sebagai nilai minimum untuk mendapatkan pH yang stabil.

pH (Per Hidrogen)

pH adalah ukuran keseimbangan antara  Hidrogen (H +) dan hidroksida (OH) ion dalam air. Skala pH bernilai dari 0-14.  Seperti yang kita  tahu, nilai pH 7,0 berarti bahwa pH air netral, dengan pembacaan 0-6,9 sebagai asam, dan menjadi 7,1-14  Basa.
pH juga berfungsi sebagai pusat konsentrasi dari KH dan CO 2.  Artinya, kita dapat menentukan jumlah CO 2 (mg / L atau ppm) dalam air jika kita mengetahui nilai pH dan KH.  Dalam pengaplikasiannya, pH akan berfluktuasi bila kita menambahkan CO 2, sedangkan KH tetap stabil.

Carbon Dioxide ( CO 2 ) Karbon Dioksida (CO 2)

Karbon dioksida tidak disebutkan di dalam judul artikel ini, tetapi juga merupakan bagian dari kimia air yang sangat penting. CO 2 ada dalam air dalam konsentrasi yang jauh lebih besar daripada gabungan oksigen dan nitrogen (70:2:1). We often think of injecting CO 2 to increase the growth rate of plants in our tanks. Kita sering melakukan penambahan pasokan CO2 dengan harapan tanaman akan tumbuh cepat dan subur, tapi sebenernya kita juga harus paham hubungan antara CO2,  KH dan pH.
Tanpa terlalu detail kedalam proses kimia nya, ketika karbon dioksida dilarutkan dalam air, ia menjadi asam karbonat, meningkatkan jumlah asam, dan menurunkan pH dalam akuarium. Jumlah karbonat (KH) yang ada di dalam air akan menentukan seberapa jauh pH akan turun.
Di bawah ini adalah bagan hubungan dari pH, KH dan CO2 :
tabel hubungan antara kh ph co2 Memahami GH / KH / pH / CO 2 untuk
 Aquascape / Shrimp

Menyesuaikan GH / KH / pH

Karena hubungan antara ketiga aspektersebut, menerapkan metode untuk menurunkan atau menaikkan satu aspek biasanya akan memiliki mempengaruhi aspek yang lain.  Pada tabel dibawah ini, terdapat penjelasan cara atau metode yang paling umum untuk menurunkan / menaikkan GH, KH, dan pH.
menurunkan menaikan ph kh gh Memahami GH / KH / pH / CO 2 untuk 
Aquascape / Shrimp

Serangan Jamur pada Telur

Telur ikan diketahui relatif rentan terhadap serangan jamur akuatik. Secara alamiah jamur  ini akan memyerang telur-telur yang tidak subur. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan jamur ini menyebar dan menyerang telur yang subur.

Telur dari hampir semua jenis ikan, secara umum rentan terhadap serangan jamur. Tingkat kerentanannya bervariasi tergantung pada species ikannya. Beberapa diantaranya malah diketahui dapat memproduksi telur yang tahan terhadap infeksi jamur.

Tanda Serangan


Telur yang diserang jamur biasanya akan tampak diselimuti oleh bentukan-bentukan yang menyerupai benang yang dikenal sebagai hifa jamur berwarna putih. Benang-benang ini sampai batas tertentu dapat dilihat dengan bantuan sebuah kaca pembesar.

Pada jenis ikan yang telurnya menggerombol seperti pada chiclid yang menempelkan telurnya pada substrat, jamur akan sangat mudah menyebar dari telur mati ke telur yang sehat. Kondisi demikian, pada  akhirnya akan dapat menghancurkan seluruh populasi telur tersebut.

Sering disalahartikan bahwa telur-telur yang berwarna putih atau opak adalah telur yang berjamur meskipun tidak dijumpai adanya hifa. Hal ini  tentu saja tidak tepat. Pada dasarnya  beberapa buah telur bisa saja berubah  menjadi putih dalam waktu 24jam, tapi jamur tidak akan segera menginfeksikanya. Infeksi jamur  baru akan terjadi  setelah beberapa kemudian.

Penyebab
Jamur dari golongan Saproligna dan  atau Achyla

Kontrol dan Perlakuan
Pada jenis ikan yang mengasuh anaknya seperti chiclid, induk ikan  secara teratur akan menyingkirkan telur yang mati sebelum telur-telur itu berjamur, dengan demikian telur-telur lain yang subur akan dapat terjaga dari infeksi jamur. Dalam beberapa kasus, akuaris harus  ikut campur dalam menyingkirkan telur mati tersebut dengan menggunakan pipiet, jarum atau pinset kecil

Apabila telur ikan diinkubasikan secara terpisah, maka usaha pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan  perlakuan perendaman jangka panjang dengan menggunakan metil biru (methylenene blue) dengan dosis 2 ppm. Pada telur ikan yang memiliki masa inkubasi lebih dari 4 hari maka pemberian metil biru perlu diulang setiap 2 atau 3hari

Nb. Metil Biru dapat membahayakan filter biologi


​Disadur dari : www.o-fish.com

Setup Aquascape

Perlengkapan dan bahan yang perlu disiapkan :
  • Pupuk Dasar
    Pupuk dasar sangat berguna untuk memberikan nutrisi pada tanaman yang kita tanaman di dalam aquarium karena pupuk dasar ini sangat vital ada baiknya anda aquascaper tidak melewatkannya, adapun pupuk dasar yang bisa anda pakai seperti merk JBL Aquabasis, SERA, dannerle dll
  • Substrate
    Langkah selanjutnya adalah anda harus mempersiapkan substrate untuk aquascape anda, adapun substrate yang dimaksud adalah pasir silica atau Holland Sand dan untuk aquascaper yang memiliki budget lebih bisa menggunakan substrate khusus aquascape yg berkualitas seperti ADA soil.
  • Lampu
    Tersedia lampu2 khusus aquascape dari merk Jebo, Resun, Atman dll. Alternatif lain yang banyak digunakan para aquascaper adalah lampu OSRAM PL/TL 860. Angka 8 menunjukkan rating CRI 80 (CRI 100 = cahaya matahari), lampu dgn rating CRI diatas 80 layak digunakan. Sedangkan 60 menunjukkan rating kelvin 6000, umumnya rating 6000-12000 masih cocok digunakan untuk aquascaping. Banyak aquascaper yg menggabungkan lampu2 dgn rating kelvin berbeda untuk mendapatkan efek pencahayaan yang diinginkan. Kebutuhan lampu disesuaikan dengan volume aquarium dan jenis setup yang akan kita buat, rentang 1/4 - 1/2 watt per liter dikategorikan sbg low light, 1/2 - 1 watt per liter dikategorikan sbg medium light dan di atas 1 watt per liter sbg hight light. Contoh aquarium dgn volume 80 liter menggunakan 2 lampu TL 18 watt (total = 36 watt) maka masuk dalam rentang setup low light. Pilihan rentang pencahayaan ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan CO
    2dan tanaman yang akan kita pilih nantinya. Durasi pencahayaan sekitar 8 jam.
  • CO2
    Untuk mendapatkan hasil yang optimal kehadiran CO
    2 dibutuhkan di lingkungan aquascape. CO2 set yang terdiri dari tabung, regulator, bubble counter, reaktor/diffuser dapat ditemui di toko aquascape. CO2 set tabung bukanlah barang yang murah pendekatan "Do It Yourself" (DIY) bisa dilakukan dengan mereaksikan gula, air hangat dan ragi untuk menghasilkan gas CO2. Setup dengan tipe high light wajib menggunakan CO2 set tabung agar menghasilkan output CO2 minimal 3 bubble per second. Sedangkan setup low/medium light bisa menggunakan output CO2 DIY. Banyak aquascaper tidak menggunakan tambahan CO2 dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan berbekal pengetahuan tentang karakteristik tanaman. Atau setup tanpa tambahan CO2 bisa dilakukan dengan metode natural.
  • Chiller/FanSuhu yang optimal untuk lingkungan aquascape berada di kisaran 22-24 o C. Dengan kehadiran ikan dan penghuni aquascape lainnya maka idealnya suhu berada di kisaran 24-28 o C. Aquascaper yang berada di daerah panas seperti Jakarta akan sulit mencapai suhu ideal tersebut, namun beberapa jenis tanaman masih akan tumbuh di kisaran 30 o C. Faktor lain yang mempengaruhi suhu aquascape adalah lampu, dimana intensitas lampu pada aquascape lebih tinggi dari pada aquarium biasa bahkan pada setup low light sekalipun. Untuk mencapai suhu ideal tersebut maka bisa digunakan chiller, atau pada setup dengan volume aquarium yang tidak terlalu besar bisa menggunakan Fan DC atau AC yang tentunya lebih murah dan hemat energi listrik. Namun pemakaian fan akan meningkatkan penguapan air aquarium.
  • Tanaman
    Pengetahuan tentang karakteristik 
    tanaman wajib dimiliki para aquascaper. Seringkali aquascaper pemula menemui kegagalan karena tidak mengetahui karakter tanaman yang mereka beli. Karakteristik tanaman tersebut bisa meliputi kebutuhan cahaya, suhu, metode tanam dll yang tentunya bisa berbeda-beda untuk setiap tanaman. Contohnya jenis moss dan fern termasuk tanaman yang mudah, tidak memerlukan intensitas cahaya tinggi namun butuh suhu yang dingin. Pada umumnya tanaman dari genus Cryptocoryne, Echinodorus, Saggitaria, Vallisneria, Anubias dan Hygrophylla dapat ditanam oleh pemula tanpa mengalami kesulitan.
  • Ikan
    Ikan yang cocok dalam aquascape pada umumnya adalah tipe ikan yang pendamai dan berukuran kecil. Ikan yang berenang secara bergerombol seperti neon tetra, cardinal, red nose, rasbora akan terlihat sangat menarik bila dipadukan dengan tanaman. Ikan berukuran besar dan pendamai dapat ditempatkan pada aquascape berukuran besar pula seperti Discus, Manvish atau Congo tetra. Selain untuk hiasan ada pula ikan yang berfungsi sebagai pembersih algae seperti Ikan Siamese algae eater, otocinclus, udang red cherry dan keong turbo.
  • Kayu/Batu
    Penambahan unsur kayu dan batu bisa mempercantik tampilan aquascape kita. Selain itu kayu dan batu bisa dijadikan media tanam untuk tanaman seperti moss, fern, anubias dll.
  • Filter
    Filter bukan hanya berfungsi menjaga kualitas dan kejernihan air saja, dalam aquascape sirkulasi air yang baik dapat menyebarkan nutrisi secara merata ke seluruh tanaman di dalamnya. Jenis filter yang cocok adalah filter yang tidak menimbulkan riak2 dipermukaan air yang mengakibatkan gas CO
    2 terbuang percuma akibat sifatnya yang lebih ringan . Pilihan bisa jatuh pada filter canister atau pilihan yang lebih murah filter box internal. Jenis filter gantung, trickle atau wet & dry tidak cocok digunakan dalam aquascape.
Langkah-langkah setup Aquascape :
  • Berikan lapisan tipis pada alas aquarium anda, kemudian berikan pupuk dasar pada lapisan atasnya lalu pada lapisan selanjutnya berikan campuran substrat dan pupuk dan yang terakhir tutup dengan lapisan substrat.
    kurang lebih lapisan aquascape kira2 tebal 5-6 cm. Ini adalah langkah yang biasa dilakukan penulis.
    Bagian belakang bisa dibuat kontur yang agak meninggi.

  • Tempatkan aksesoris kayu atau batu bila ada, untuk memulai rancangan kasar.
  • Aquarium diisi dengan air 1/3 bagian kemudian mulai menanam dari tanaman background, midground dan foreground. Pasang accesoris spt co2, lampu dll. Untuk setup pertama kali usahkan menanam sepadat mungkin agar perkembangan algae terhambat oleh pertumbuhan tanaman. Kemudian setelah beberapa minggu kepadatan tamanan bisa dikurangi bila diinginkan.

  • Setelah aquascape terlihat stabil dengan mulai terlihatnya pertumbuhan tanaman, penggunaan pupuk cair bisa mulai dilakukan sesuai dosis volume aquarium.
  •  
  • selamat mencoba....